Sudahkah Ayah Bunda Bekerja sama dalam Pengasuhan?

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Apakah Ayah dan Bunda sudah bekerja sama dalam mengasuh anak? Hal ini sangat penting agar kebutuhan fisik dan mental anak bisa terpenuhi dan juga tentunya menambah keharmonisan dalam rumah tangga, karena tanggung jawab dibagi bersama, susah dan senang pun dirasakan bersama. Dengan kerja sama yang baik anatar suami dan istri, maka apa yang diharapkan dalam rumah tangga dapat tercapai. Adapun ungkapan Melayu Riau yang mengenai kerja sama ini adalah:
Wahai anak dengarkan Amanah,
Berlaki bini tidaklah ringan
Keduanya sama menanggung beban
Pantang sekali berlepas tangan
Nerlaki bini bebannya berat
Bertanggung jawab dunia akhirat
Salah sedikit akibatnya laknat
Salah hitung hidup melarat
Ungkapan ini menggambarkan beratnya Amanah Ayah dan Bunda dalam rumah tangga, termasuk tentunya dalam mengasuh dan membesarkan anak. Meskipun demikian, beban yang ada harus ditanggung Bersama dan tak boleh melepaskan kewajiban, karena pengasuhan anak akan dipertanggungjwabkan dunia akhirat dan untuk kebaikan anak ke depannya, orang tua tidak boleh melakukan kesalahan.
Konsep mubadalah yang dapat diartikan sebagai mutuality atau saling bekerjasama, yang menjadi pilihan paling logis dalam sebuah hubungan yang setara. Konsep ini berlaku untuk hubungan antara suami istri. Hubungan kesetaraan ini mempertegas pernyataan bahwa tidak ada posisi yang lebih tinggi dalam sebuah kemitraan, dan tidak dibenarkan merasa lebih tinggi atau mendominasi satu dengan lainnya (Adib & Mujahidah, 2021).
Karenanya dalam rumah tangga, orang tua harus bekerja sama dengan konsep Mubadalah tersebut. Dengan demikian, pengasuhan menjadi menyenangkan karena dilakukan bersama, hubungan antara Ayah dan Bunda menjadi semakin dekat, serta anak-anak dapat tumbuh dengan bahagia karena dibimbing dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya.
Referensi
Adib, M. A., & Mujahidah, N. (2021). Konsep Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Formulasinya Dalam Pola Pengasuhan Anak. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 6.
Setyadiharja, R. (2020). Khazanah Negeri Pantun. Deepublish. https://books.google.co.id
Waridah, E., & Renggana, R. (2014). Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa plus Kesusastraan Indonesia. Ruang Kata. https://books.google.co.id/