Perlunya Orang Tua Untuk Berpikiran Terbuka

Pernahkah Ayah dan Bunda bertemu dengan orang yang dapat menerima pemikiran orang lain dengan baik? Bisa jadi orang itu memiliki kemampuan berpikir terbuka atau open-mindedness yang oleh Adler (2004) dinyatakan sebagai kemampuan menerima berbagai gagasan baru dan berkaitan dengan cara orang menerima pandangan dan pengetahuan orang lain.
Dalam budaya Melayu Riau, berpikiran terbuka bukan berarti menerima semua pendapat dan pandangan orang lain begitu saja. Namun kita harus mempertimbangkannya sesuai kondisi dan prinsip yang kita miliki. Ada pepatah yang berhubungan dengan hal tersebut:
“Jika ingin besar, pikirkan yang kecil,
Jika ingin maju, pikirkan yang sederhana.”
Pepatah ini mengajarkan kita untuk memikirkan segala sesuatu secara menyeluruh, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam setiap tindakan atau keputusan, penting untuk mempertimbangkan segala aspek yang terlibat, termasuk detail-detail kecil yang mungkin terabaikan. Tentunya berkaitan dengan mendidik anak kita perlu berpikir holistik dan memikirkan segala sesuatu dengan cermat, kita dapat mencapai hasil yang lebih baik dan menghindari kesalahan atau kekurangan yang tidak terduga.
Referensi
Adler, J. (2004). Reconciling open-mindedness and belief. Theory and Research in Education, 2(2), 127-142.
Waridah, E., & Renggana, R. (2014). Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa plus Kesusastraan Indonesia. Ruang Kata. https://books.google.co.id/books?id=hKedAwAAQBAJ