Orang Yang Bersyukur Orang Yang Beruntung

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

Sebagai orang yang beriman, tentunya kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan tuntunan agama Islam dan ajaran Melayu Riau berikut ini:                                 

siapa hidup mensyukuri nikmat

hidup matinya beroleh Rahmat

 

siapa bersyukur

terhindar dari kufur

 

siapa mensyukuri nikmat allah

hidup matinya tiada menyalah

 

Dasar dari Tunjuk Ajar ini  adalah Surat Ibrahim Ayat 7:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

 

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”  Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa, setiap orang yang bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan, maka akan diberikan kenikmatan yang lebih banyak lagi. Beda halnya dengan orang yang tak mau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, dia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.

 

Sebagai orang tua, tentunya kita perlu mensyukuri apapun yang telah Allah berikan kepada keluarga kita. Anak- anak yang diamanahkan kepada Ayah dan Bunda, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menurut Novianti & Maria (2020) Sangat mudah menerima kelebihan anak seperti perilaku yang baik dan prestasi-prestasi anak, namun kadang kita masih kesulitan menerima kekurangan anak, baik secara fisik maupun mental. Bila kita memiliki rasya syukur yang besar terhadap kehadiran mereka dalam hidup kita, maka kita akan mampu menerima apapun kondisi mereka, dan akan mengusahakan yang terbaik untuk mereka, anak-anak yang diamanahkan kepada kita.

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

Novianti, R., & Maria, I. (2020). Pendidikan Keorangtuaan. Yogyakarta: Ellunar Publisher.