Memperhatikan Anak Sepenuh Hati

Memperhatikan Anak Sepenuh Hati

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

            Begitu banyak kewajiban dan tanggung jawab setelah Ayah dan Bunda menjadi orang tua. Memang demikianlah bila kita diberi Amanah, harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Apalagi amanah mengasuh dan mendidik anak yang menentukan  baik buruk, dan keselamatan hidup dunia akhirat kita. Ungkapan berikut menegaskan apa yang dapat terjadi bila orang tua tak bersungguh-sungguh dalam mendidik anak:

  • Kalau kerja setengah-setengah
  • Ke atas tidak berpucuk
  • Ke bawah tidak berakar
  • Di tengah digerek kumbang

 

  • Arang habis besi binasa
  • Badan letih hasil tak ada
  • Yang kuntum takkan terbuka
  • Yang putik tak akan merekah

           

            Begitu banyak kita amati di lingkungan, anak-anak yang tumbuh menjadi remaja dan orang dewasa yang tak tahu arah, mudah terpengaruh lingkungan dan tak memiliki tujuan. Sudah bisa dipastikan, anak-anak tersebut tidak memiliki orang tua yang memperhatikan mereka dengan sepenuh hati. Menurut Novianti & Maria (2019) keluarga memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah fungsi pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan karakter, mental dan masa depan anak dikemudian hari.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bersungguh-sungguh menjalankan tugas sebagai pendamping dan pendidik anak agar kelak mereka menjadi kuntum yang terbuka dan putik yang merekah.

 

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

Novianti, R., & Maria, I. (2020). Pendidikan Keorangtuaan. Yogyakarta: Ellunar Publisher.