Pemimpin Dalam Keluarga

Keadilan

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

            Keluarga meskipun merupakan kelompok masyarakat terkecil, tetap memerlukan adanya yang “dituakan” atau pemimpin agar rumah tangga bisa berjalan dengan baik, rukun, damai dan dapat mencapai tujuannya. Dalam ungkapan Tunjuk Ajar Melayu dikatakan:

Bila rumah tak bertua

Celaka datang, bala menimpa

 

Bila negeri tidak beraja,

Alamat hidup menganiaya

 

Bila tidak ada yang dituakan,

Banyaklah orang yang jadi menyeman

 

Kalau tak ada yang memimpin,

Naas menimpa hidup pun lenjin

 

            Dalam kehidupan orang Melayu, pemimpin sangat penting dan wajib dihormati, ditaati serta dipatuhi sepanjang ia menjalankan kewajibannya dengan baik. Dalam keluarga, umumnya yang menjadi pemimpin adalah Ayah. Karena itu, posisi ayah selalu didahulukan dan segala keputusan sangat tergantung pada Ayah.

            Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Artinya pemimpin yang baik akan menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki anggotanya. Hal ini bila dikaitkan dengan peran ayah, berarti bahwa ayah haruslah dapat mengarahkan anggota keluarga untuk mencapai tujuan dan mengotimalkan potensi yang dimiliki baik istri atau ibu, maupun  anak-anak. Dan selanjutnya kepemimpinan yang diperlihatkan Ayah dalam keluarga akan menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri anak (Sa’adah et al., 2023).

 

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

Sa’adah, L., Lina, H. H. U., Nurkayati, S., & Sholikhah, A. (2023). Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak (Bersama Ayah Anak Tumbuh Cerdas Berkarakter).