Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mendisiplinkan Anak

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Pada praktiknya banyak orang tua yang kesulitan dalam menerapkan disiplin. Berikut beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda perhatikan agar dapat mengembangkan kedisplinan pada anak sedini mungkin:
- Kesepakatan Ayah dan Bunda
Pada dasarnya pengasuhan anak itu dilakukan bersama-sama oleh Ayah dan Bunda, bukan cuma oleh Bunda saja. Nah, supaya penerapan disiplin bagi anak bisa berjalan mulus sesuai harapan, maka Ayah dan Bunda perlu membuat kesepakatan mengenai apa saja aturan yang diberlakukan dalam keluarga, bagaimana menerapkannya dan apa bentuk konsekuensi yang dipilih bila anak melanggarnya. Bila sudah sepakat, barulah kita bisa mengajarkan anak aturan dan mengembangkan disiplin dengan baik.
- Bersikap Konsisten
Dalam penerapan disiplin, sikap konsisten merupakan aspek terpenting yang perlu dimiliki orang tua. Karenanya Ayah dan Bunda perlu menerapkan aturan dan konsekuensi yang sama agar anak tidak kebingungan dan dapat mengikuti aturan tersebut dengan baik.
- Menjadi Teladan yang Baik
Anak belajar paling baik melalui contoh perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama orang tua. Karenanya berusahalah agar menjadi orang tua yang selalu memberikan contoh baik untuk anak. Jangan sampai aturan yang diajarkan pada anak, malah dilanggar oleh orang tua. Ini akan membuat anak enggan untuk mengikuti aturan yang awalnya sudah ia pahami. Sebagaimana ungkapan Budaya Melayu dari Pak Tenas Effendy berkaitan dengan anak (Effendi, 2004):
elok anak karena emak
baik anak karena bapak
adat menjadi orang tua
wajib memberi petuah amanah
sebelum anak bertambah besar
wajib diisi tunjuk dan ajar
kalau anak hendak menakah
isilah dengan petuah amanah
kalau anak hendak jadi orang
tunjuk ajarnya janganlah kurang
Tunjuk Ajar Melayu yang disampaikan melalui petuah amanah menjelaskan bahwa mendidik anak merupakan kewajiban kepada orang tuanya, dipandang sebagai amanat atau hutang yang harus dipenuhi. Salah satu metode pendidikan anak dalam Budaya Melayu adalah metode keteladanan dimana orang tua secara langsung menunjukkan perilaku yang akan ditiru anak melalui proses modelling (Hartati & Nasution, 2021).
- Berikan Apresiasi
Kita semua suka diapresiasi atas hal positif yang dilakukan. Apalagi anak. Bila ia mau mengikuti aturan, maka jangan lupa ucapkan terima kasih dan berikan kata-kata pujian untuk Ananda. Ini akan menjadi penguat perilaku positifnya di kemudian hari.
Referensi:
Effendy, T. (2014). Tunjuk Ajar Orang Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau). Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Hamon, R. R., & Smith, S. R. (2014). The discipline of family science and the continuing need for innovation. Family Relations, 63(3), 309-322.
Hartati, R., & Nasution, I. N. (2021). Tanggung Jawab Pendidikan Anak Pada Ibu Bekerja Melayu Riau Yang Memiliki Balita. Jurnal ISLAMIKA, 4(1), 13-24.