Bercanda jangan keterlaluan

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Ketika bersama-sama dengan anak dan keluarga, tentunya kita sering bercanda dan bersenda gurau. Suasana menjadi ceria dan terjalin kedekatan satu sama lain. Tapi jangan salah, kalau bercanda sudah keterlaluan dan melewati batas, maka akan ada yang tersinggung, sebagaimana ungkapan Melayu berikut:
Kalau sekali pergi ke surau
Dua kali nak pergi ke mesjid
Kalau sekali menjadi gurau
Berkali-kali jadi penyakit
Karenanya dalam Islam, ada tuntunan yang mengajarkan kita dalam bercanda:
- Jangan menyembunyikan barang milik orang lain
- Jangan menakut-nakuti
- Jangan berbohong dan menghina
- Jangan berlebihan dan mengolok-olok
- Jangan berkata buruk
Bercanda memang menyenangkan dan mengakrabkan suasana, tapi jangan sampai keterlaluan dan malah membuat Ananda berkecil hati. Misalnya bila diberi julukan tertentu seperti “si keriting atau si pesek” yang awalnya dianggap lucu, tapi malah membuat anak tak nyaman, lalu berlanjut dengan merasa tak percaya diri. Hal ini dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri anak.
Konsep diri anak akan terus mengalami perubahan dari masa kecil sampai dewasa. Konsep diri anak akan bertambah baik dan matang tergantung pada pengalaman pribadinya selama berinteraksi dengan lingkungannya (Diananda, 2018). Karenanya, mari hangatkan hubungan keluarga dengan humor dan candaan, tapi jangan sampai keterlaluan dan menyakiti hati ya.
Referensi
Diananda, A. (2018). Urgensi pendidikan karakter dalam pembentukan konsep diri anak. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(2), 1-21.
Effendi, Tenas. 2004. Tunjuk Ajar dalam Pantun Melayu. Yogyakarta: Adicita Karya Nusantara
Muhammad Al Islam. 2011. Tuntunan Adab-Adab Sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk Kehidupan Sehari-Hari. Pustaka Qur’an dan Hadits