Air Dicincang Tak Akan Putus

Air Dicincang Tak Akan Putus

“Air dicincang tidak akan putus, kasih ibu bapak selamanya berpanjangan.”

Pepatah ini menyoroti hubungan antara orang tua dan anak. Seperti air yang bisa dicincang namun tidak akan putus, kasih sayang dan pengorbanan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya akan selalu berlangsung dan bertahan lama. Kasih sayang orang tua ini akan memberi dampak yang sangat besar dalam kehidupan anak, salah satunya adalah mengembangkan psychological well-being.

Psychological well-being dimaknai sebagai kondisi seseorang yang bebas dari tekanan ataupun dari permasalahan-permasalahan mental, mampu menerima diri sendiri, bisa berkembang dengan baik, mampu mengatur kehidupan dan lingkungannya secara efektif, serta mampu menentukan tindakan sendiri (Ryff, 2013). Sedangkan anak yang memiliki psychological well-being yang baik akan berkembang secara psikologis, spiritual, kreatif, cerdas, mampu menjalin hubungan yang hangat dengan orang lain, mampu berempati, memahami konsep benar dan salah, mampu menghadapi masalah dan belajar dari pengalaman sesuai dengan usianya (Vostanis, 2004).

Demikian pentingnya kasih sayang orang tua bagi anak, termasuk dalam mengembangkan psychological well-being, sehingga anak dapat menjadi pribadi yang Bahagia, sejahtera secara psikologis dan mengembangkan potensinya dengan baik.

 

Referensi:

Ryff, C. D. (2013). Existential well-being and health. In The human quest for meaning (pp. 233-247). Routledge.

Vostanis, P. (2004). Promoting the Emotional Well Being of Children and Adolescents and Preventing Their Mental Ill Health: A Handbook. Jessica Kingsley Publishers.