Sudahkah kita berempati pada anak

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Apakah kita sebagai orang tua sudah berempati pada anak? Menurut Cuff et al (2016) empati merupakan kondisi mental dimana seseorang dapat merasakan pikiran, perasaan, atau keadaan yang dialami oleh orang lain. Mampu berempati terhadap anak tentunya menjadi kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh orang tua. Kadang tanpa anak perlu mengungkapkan apa yang ia pikirkan, kita jadi bisa tahu apa yang ia rasakan ataupun alasan dia melakukan sesuatu. Kita juga bisa memperkirakan bagaimana reaksi anak pada situasi tertentu, apa yang ia sukai dan tidak sukai, serta memahami pilihan-pilihan yang dibuatnya. Anak pastinya merasa nyaman, karena Ayah dan Bundanya begitu memahami pikiran serta perasaannya.
Untuk bisa menjadi orang tua yang seperti itu tentunya tidak mudah. Selain harus mendidik anak sepenuh hati, Ayah dan Bunda juga harus terus mengasah kemampuan parenting dengan mencari ilmu dan belajar dari pari ahli. Sebuah ungkapan Melayu mengatakan:
Yang disebut orang berakal
Tahu kan ilmu menjadi bekal
Tahu hidup mempergunakan akal
Bila duduk, duduk berguru
Bila tegak, tegak bertanya
Bila merantau mencari ilmu
Bila berjalan mencari teladan
Bila berkayuh mencari contoh
Bila ke darat mencari ibarat
Bila ke laut mencari yang patut
Bila ke tengah mencari yang semenggah
Bila ke tepi mencari yang berbudi
Bila ke hulu mencari yang tahu
Bila ke hilir mencari yang mahir
Hal ini berarti, orang tua perlu terus belajar dengan bersungguh-sungguh sepanjang waktu, dari berbagai sumber, agar dapat menjalankan perannya dengan baik. Dalam hal ini, bukan hanya mendidik anak, tapi juga memahami mereka sepenuh hati.
Referensi
Cuff, B. M., Brown, S. J., Taylor, L., & Howat, D. J. (2016). Empathy: A review of the concept. Emotion review, 8(2), 144-153.
Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.