Dukungan Keluarga Dalam Pengasuhan Anak

Dukungan Keluarga Dalam Pengasuhan Anak

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

            Seperti yang kita ketahui, budaya Indonesia yang termasuk dalam budaya kolektivisme di mana masyarakat tergabung dalam ikatan yang kuat dan tiap anggotanya saling terhubung satu sama lain. Buktinya, bukankah dalam Sebagian besar masyarakat kita masih terasa kekeluargaan yang kuat dan saling ketergantungan antar individu? Menurut Novianti, et al (2023) budaya kolektivisme ini mempengaruhi pengasuhan anak dengan terlibatnya masyarakat dalam pengasuhan yang disebut dengan pengasuhan bersama.

            Dalam budaya Melayu Riau, ada yang disebut dengan Hutang Orang Tua kepada Anak, yakni kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Salah satunya adalah Hutang Bekal dengan Pakaian, yakni keajiban orang tua untuk menyempurnakan semua keperluan hidup ank, baik lahiriaj maupun batiniah, yang dijelaskan dalam ungkapan berikut:

Bekal ilmu mencelikkan

Bekal iman menyelamatkan

Pakaian hidup berkepanjangan

Pakaian mati berkekalan

Bekal yang tak habis dimakan

Pakaian yang tak lusuh dipelasah

 

Ungkapan ini menunjukkan, bahwa “bekal” dan “pakaian” yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan yang akan mencerdaskan anak dan iman yang akan menjadikan anak manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.  Sejauh mana orang tua, keluarga dan anggota masyarakat menghayati dan menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap pengasuhan anak, akan sangat mempengaruhi perkembangan dan kepribadian anak ke depannya, apakah ia akan menjadi orang yang berhasil atau gagal dalam hidupnya.

 

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

 Novianti, R., Suarman, & Islami, N. (2023). Parenting in Cultural Perspective. Journal of Ethnic and Cultural Studies10(1), 22-44.