Sampaikan Sukat dengan Takarnya

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Pernahkah Ayah dan Bunda mendengar petuah yang satu ini? Sukat adalah takaran yang biasa digunakan untuk menimbang, misalnya beras. Sampaikan Sukat dengan Takarnya bermakna bahwa dalam mendidik dan membentuk kepribadian anak tidak boleh setengah-setengah. Maka saat mengisi sukat haruslah diisi penuh-penuh. Artinya dalam mendidik, orang tua tidak boleh cepat puas dengan apa yang telah ia lakukan dan dengan hasil yang dicapai anak. Namun, orang tua harus terus mengembangkan keterampilan dalam mendidik anak dan juga terus memotivasi anak agar dapat menjadi yang terbaik dalam berbagai aspek, baik karakter, maupun prestasi akademis dan non akademis.
Tunjuk Ajar Melayu mengajarkan kita bahwa manusia tidak boleh cepat merasa puas. Menurut Novianti, et al (2021) orang tua tidak boleh cepat merasa puas, karena bila sudah berpuas diri, orang tua akan enggan untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan parentingnya. Dengan terus merasa perlu mengembangkan diri maka orang tua akan mengevaluasi dirinya dan merefleksikan parenting yang dilakukan agar dapat mendampingi tumbuh kembang anak dengan sebaik-baiknya dari waktu ke waktu.
Referensi
Novianti, R., Puspitasari, E., & Maria, I. (2021). Parents’ Involvement in Children’s Learning Activities during the Covid-19 Pandemic. Jurnal PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 5(2), 384-390.
Sabakti S. (2018). Konsep Pendidikan Karakter dalam Buku Pandangan Orang Melayu Terhadap Anak Karya Tenas Effendy. Widyaparwa.;46(2):189–204.