Kreativitas Orang Tua Dalam Pengasuhan

Kreativitas Orang Tua Dalam Pengasuhan

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

Sebagai orang tua, kreativitas dibutuhkan dalam berbagai hal, mulai dari mengajak anak bermain agar permainan bisa beragam dan mengasyikkan, mencari menu sehat dari berbagai bahan olahan agar gizi anak tercukupi dan sesuai dengan kondisi keuangan, juga dalam menghadapi tingkah laku anak yang terkadang menyulitkan Ayah dan Bunda.

Syair dalam bahasa Melayu Riau yang menggambarkan pentingnya memikirkan cara-cara yang baru. serta mendorong kreativitas dalam budaya Melayu Riau:

Berpikir terbuka, inovasi tercipta,

Cemerlang dalam langkah, tiada terhenti.

Melayu Riau, tanah kreativitas gemilang,

Menyulam harapan dengan cara-cara yang baru.

 

Tukang pandai kreatif memikirkan jalan,

Membuka pintu baru, menuju kesuksesan.

Keberanian terjaga, tak terhenti mencoba,

Melayu Riau, teruslah berkarya penuh semangat.

           

            Syair ini mengingatkan kita agar terus berupaya untuk mencari cara-cara baru yang lebih inovatif dan kreatif dalam menjalani aktifitas sehari-hari dan tentunya mencari solusi dari tiap permasalahan yang ditemui. Hal ini sejalan dengan konsep Adversity Quotient (AQ) yang sangat penting kita miliki jika ingin mencapai kesuksesan. Fauziah et al (2020) menyatakan bahwa AQ merupakan kemampuan seseorang untuk tetap memiliki harapan dan bertindak secara positif pada saat mengalami kesulitan. Individu yang memiliki AQ yang baik akan menjadi lebih produktif, kreatif dan kompetitif walaupun berada di lingkungan dan kondisi yang tidak stabil. Selanjutnya menurut Solis & Elna (2015) dalam parenting, tentunya AQ sangat dibutuhkan agar orang tua bisa menghadapi permasalahan dan tantangan yang ditemui dalam proses pengasuhan anak secara kreatif dan tetap produktif, serta meghindari stress yang mungkin terjadi.

            Ayah dan Bunda, jangan mau kalah ya dengan kondisi yang kita hadapi, karena tiap permasalahan pasti ada solusinya, mari Ayah dan Bunda, kita berpikir terbuka dan kreatif, agar pengasuhan anak menjadi sebuah rutinitas yang mengasyikkan, dengan variasi kegiatan dan solusi, serta sesekali kejutan yang menyenangkan bagi Ayah dan Bunda serta Ananda tercinta.

 

Referensi

Fauziah, M., Marmoah, S., Murwaningsih, T., & Saddhono, K. (2020). The Effect of Thinking Actively in a Social Context and Creative Problemsolving Learning Models on Divergent-Thinking Skills Viewed from Adversity Quotient. European Journal of Educational Research9(2), 537-568.

Mudra, M. A. (2005). Syair Melayu: kumpulan syair Melayu pilihan berisi tunjuk ajar & nasehat untuk anak: muatan lokal Melayu. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Adicita Karya Nusa.

Solis, B. D., & Elna, R. L. (2015). Stress level and adversity quotient among single working mothers. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research3(5), 72-79.