Permainan Congklak

Bermain congklak sangat menyenangkan dan memiliki banyak manfaat bagi anak. Permainan tradisional yang umumnya dilakukan dalam ruangan ini dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, juga kemampuan berhitung angka. Selain itu anak juga dapat berlatih kesabaran dalam menunggu giliran bermain, serta mengembangkan sikap jujur dan mengikuti aturan bermain.

Latar Belakang dan Sejarah Perkembangan

Permainan congklak mulai dikenal pada masa pemerintahan Kesultanan Riau yaitu abad XVII–XIX. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal muasal permainan congklak. Ada yang mengatakan berasal dari Kerajaan Jawa dan ada yang mengatakan berasal dari Kerajaan Melaka. Pada zaman dahulu, congklak dimainkan oleh para bangsawan terutama putri-putri raja. Orang kebanyakan masih jarang memainkan congklak, walaupun sebenarnya mereka tak pernah dilarang bermain. Siapa saja boleh memainkan congklak asal teman bermainnya itu tidak bercampur antara orang kebanyakan dan kaum bangsawan. Hal ini merupakan batasan kelas di zaman itu. Lagi pula, karena bermain congklak dilaksanakan oleh dua orang pemain, tidaklah memungkinkan bagi orang kebanyakan dapat masuk istana hanya untuk keperluan bermain saja. Permainan congklak mulai bermunculan di masyarakat luas setelah pemerintahan Kesultanan Riau digantikan dengan pemerintahan Belanda. Hingga sekarang, permainan congklak dapat dimainkan oleh siapa saja asal antara kedua pemain saling senang menyenangi sesamanya.

Main congklak adalah suatu permainan pengisi waktu senggang yang dimainkan sekedar untuk menghibur diri. Permainan congklak terlepas dari ikatan kepercayaan masyarakat dan tidak ada sangkut pautnya dengan suatu upacara adat. Biasanya orang bermain congklak pada malam hari. Akan tetapi selalu juga dimainkan pada sore hari di beranda rumah sambil bersenda gurau dengan tetangga yang kadang-kadang datang untuk menyaksikan permainan itu.

Pemain dan Peralatan Permainan

 Congklak dimainkan oleh dua orang. Congklak lebih sering dimainkan oleh perempuan karena laki-laki kurang senang memainkan permainan yang lamban, walaupun tidak ada ketentuan yang membatasinya. Sebelum bermain, pemain terlebih dahulu menyiapkan peralatan permainan, yaitu:

  1. Rumah congklak Rumah congklak disebut juga papan congklak. Pada zaman dahulu rumah congklak terbuat dari kayu yang menyerupai bangunan perahu dengan ukuran 50 x 20 cm dan ketebalan ± 8 cm. Di bagian atas rumah congklak terdapat 16 buah lubang permainan. Saat ini, bentuk rumah congklak sudah bervariasi dan terbuat dari bermacam-macam bahan, seperti plastik, mika, dan lain-lain.
  2. Buah congklak Buah congklak terdiri dari batu-batu kecil sebesar kelingking, kulit remis, kulit siput, dan yang paling sering dipakai adalah kulit kucing-kucing, yakni sejenis siput kecil yang hidup di pasir pantai. Setiap pemain mendapat 49 buah congklak (setiap pemain memiliki tujuh lubang pada rumah congklak dan setiap lubang diisi tujuh buah congklak) sehingga paling sedikit harus tersedia 2 x 49 = 98 buah congklak sebelum permainan dimulai.

Langkah Permainan

  1. Sut dilakukan untuk menentukan pemain yang membawa dahulu yaitu dengan ketentuan: Jempol menang dari telunjuk, dan kalah dengan kelingking.
  • Telunjuk menang dari kelingking, dan kalah dengan jempol.
  • Kelingking menang dari jempol, dan kalah dengan telunjuk.

Sut dilakukan untuk menentukan giliran pertama membawa melatihkan cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  1. Setiap pemain memiliki 49 buah yang diisikan ke dalam tujuh lubang rumah. Pemikiran matematika: Pembagian Untuk mengisi tujuh lubang sama banyak maka pemain melakukan proses pembagian yaitu 49 : 7 = 7.
  2. Semua buah yang terdapat dalam satu lubang diambil secara acak, kemudian dijalankan.
  3. Buah dimasukkan satu per satu buah ke lubang rumah dan ke lubang induk milik pembawa, kemudian ke lubang rumah lawan. Perpindahan buah satu per satu ke lubang mengikuti arah jarum jam.