Humor Dalam Keluarga

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

            Budaya Melayu juga mengandung kelakar atau humor dalam menyampaikan pesan-pesan moral dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sehari-hari. Sebagaimana pantun nasehat berikut:

Jangan suka nak membunuh semut

Sarang semut banyak gunanya

Jangan suka duduk merengut

Orang perengut banyak susahnya

 

            Demikian pula dalam keluarga, tentunya humor juga sangat dibutuhkan agar suasana menjadi menyenangkan dan anak-anak tumbuh menjadi anak yang ceria. Menurut Everts (2003), keluarga menggunakan humor untuk mencapai berbagai tujuan interaksi, terutama yang merupakan berkaitan dengan menciptakan hubungan yang harmonis, yang dicapai dengan menarik semua anggota keluarga untuk terlibat dalam interaksi melalui humor. Dengan demikian, Ayah dan Bunda dapat menggunakan humor ini bukan hanya sekedar untuk bercanda bersama anak, tapi juga dapat digunakan untuk menciptakan suasana yang harmonis dan mendekatkan anggota keluarga satu dengan lainnya.

 

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

Everts, E. (2003). Identifying a particular family humor style: A sociolinguistic discourse analysis.