
Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Ayah dan Bunda tentunya sepakat bahwa kreativitas menjadi unsur penting bila kita ingin menjalani kehidupan dengan lebih baik. Menurut Pugsley & Acar (2020) kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir dengan cara-cara baru di mana solusi unik ditemukan untuk menghadapi masalah yang dihadapai. Di dalam budaya Melayu Riau terdapat beberapa pepatah atau peribahasa yang berkaitan dengan memikirkan cara-cara yang baru. Berikut adalah salah satu contoh pepatah Melayu Riau yang relevan:
“Pinang dibelah dua, jangan salahkan bijinya.”
Arti dari pepatah ini adalah, ketika kita ingin mencari solusi atau mencapai tujuan yang baru, kita perlu berpikir secara kreatif dan tidak terpaku pada cara-cara yang sudah ada. Kita harus melihat dengan sudut pandang yang baru dan tidak takut untuk mencoba pendekatan yang berbeda. Dalam pepatah ini, pinang adalah buah yang biasanya dibelah menjadi dua bagian sebelum dimakan, dan bijinya berada di dalamnya. Jadi, jika kita salah dalam membelah pinang tersebut, kita tidak akan mendapatkan bijinya. Pepatah ini mengajarkan pentingnya berpikir secara kreatif dan inovatif untuk mencapai hasil yang diinginkan (Waridah & Renggana, 2014).
Pepatah ini mengingatkan kita bahwa untuk mencari solusi atau inovasi baru, kita perlu mengubah cara berpikir lama dan terbuka terhadap cara-cara yang berbeda. Dalam konteks ini, Melayu Riau mengajarkan pentingnya keberanian untuk memikirkan cara-cara yang baru dan tidak takut untuk mengubah pola pikir tradisional demi mencapai kemajuan dan keberhasilan.
Ayo Ayah dan Bunda, kita kembangkan kreativitas dalam mendidik dan mengasuh anak. Terus berusaha mencari cara-cara baru dan solusi yang tepat dalam parenting sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal.
Referensi
Pugsley, L., & Acar, S. (2020). Supporting creativity or conformity? Influence of home environment and parental factors on the value of children’s creativity characteristics. The Journal of Creative Behavior, 54(3), 598-609.
Waridah, E., & Renggana, R. (2014). Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa plus Kesusastraan Indonesia. Ruang Kata.