Ayah dan Bunda yang Pemaaf

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,
Ayah dan Bunda pastinya setuju bahwa kita perlu mengembangkan sifat pemaaf. Sifat ini merupakan cerminan dari tingkah laku yang berkaitan dengan kesetiakawanan bermasyarakat.
apa tanda Melayu beriman
hati pemaaf pemurah tangan
apa tanda Melayu berbangsa
hidupnya rukun sepanjang masa
apa tanda Melayu berbudi
maafnya kekal sampai ke mati
pemurahnya tidak berbelah bagi
apa tanda Melayu pilihan
hidup mau bermaaf-maafan
hati pemurah dalam berkawan
dendam dan loba ia jauhkan
apa tanda Melayu berakhlak
memberi maaf pantang mengelak
hati pemurah budinya banyak
Indahnya makna dari ungkapan Tunjuk Ajar Melayu ini, dimana setiap kita yang mampu menumbuhkan sifat pemaaf dalam diri akan hidup dalam kerukunan dan kedamaian di masyarakat. Dalam rumah tangga sifat pemaaf juga sangat penting. Bukankah pasangan kita terkadang membuat kesalahan? Dalam mendidik anak pun demikian, tak jarang anak berperilaku yang tidak sesuai harapan. Menurut Webb & Toussaint (2019) sifat pemaaf ini sangat penting sehingga berbagai sikap dan kondisi yang tak mengenakkan dapat kita terima dengan lapang dada.
Mari Ayah dan Bunda, kita belajar menjadi pribadi pemaaf. Kehidupan menjadi lebih tenang dan bebas dari rasa tertekan karena emosi negatif yang menumpuk 😊
Referensi:
Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.
Webb, J. R., & Toussaint, L. L. (2019). Forgiveness, well-being, and mental health. In Handbook of forgiveness (pp. 188-197). Routledge.