Menjadi Bagian Dari Masyarakat

Keadilan

Assalamualaikum Ayah dan Bunda,

            Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita harus mampu bekerja sama dengan sesama anggota keluarga, maupun tetangga dan masyarakat. Menurut Muslim (2013) kerjasama    terbentuk    karena    masyarakat    menyadari    bahwa    mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang  sama  sehingga  sepakat  untuk bekerja sama  dalam  mencapai  tujuan  bersama. Tunjuk Ajar Melayu memberi kita pedoman mengenai hal ini:

Adat hidup bermasyarakat

Berat ringan sama diangkat

Dalam sakit obat mengobat

Dalam senang ingat mengingat

Duduk berdiri dalam mufakat

Sebarang kerja salam sepakat

Taat setia menjaga adat

Tidak memilih jauh dan dekat

 

            Ungkapan ini mengajarkan kita untuk mampu menjaga adat dalam hidup bermasyarakat dan tidak bersikap individualistis sebagaimana yang banyak kita amati saat ini.  Gustini, N. (2017) menyatakan bahwa saat ini fenomena sosial menunjukkan terjadinya penurunan perilaku empati masyarakat di Indonesia. Semakin tampak sikap individualistik, lunturnya nilai-nilai luhur kemanusiaan dan kemasyarakatan dari kehidupan, seperti tolong-menolong, kekeluargaan, kerjasama, kebersamaan, dan kepedulian kepada orang lain. Tentunya kita tak ingin memiliki sikap ini. Karenanya Ayah dan Bunda, mari kita peduli dan bekerja sama dengan siapa saja di lingkungan kita.

 

Referensi

Effendy, Tenas. 2015. Tunjuk Ajar Melayu. Dinas Pendidikan Provinsi Riau bekerja sama dengan Tenas Effendy Foundation.

Gustini, N. (2017). Empati kultural pada mahasiswa. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling1(1), 17-34.

Muslim, A. (2013). Interaksi sosial dalam masyarakat multietnis. Jurnal diskursus islam1(3), 483-494.